White Lily / Howaito Riri / ホワイトリリー (2016) - Japanese Movie

Baca Juga

http://www.yogmovie.com/2018/02/white-lily-howaito-riri-2016-japanese.html

Imdb: 5.2/10
Cast: Ami Tomite, Mariko Tsutsui
Country: Japan
Release: 7 October 2016 (Busan International Film Festival), 11 February 2017
Language: Japanese
Running Time: 80 Minutes
Director: Hideo Nakata
Writer: Junya Kato, Ryuta Miyake
Producer: Saori Nishio, Masahiko Takahashi
Cinematographer: Ryuto KondoDistributor: Nikkatsu

film directed by Hideo Nakata. It was released by Nikkatsu as the fifth film in the reboot of its Roman Porno ("romantic pornography") series. Other directors involved in the series include Sion Sono, Akihiko Shiota, Kazuya Shiraishi, and Isao Yukisada.

Sequel (Roman Porno Reboot Project):
  1. Aroused by Gymnopedies / Gymnopedies ni Midareru / ジムノペディに乱れる (2016)
  2. Wet Woman in the Wind / Kaze ni Nureta Onna / 風に濡れた女 (2016)
  3. Dawn of the Felines / Mesuneko Tachi / 牝猫たち (2017)
  4. Antiporno / Anchi Poruno / アンチポルノ(2017)
  5. White Lily / Howaito Riri / ホワイトリリ(2017)


Tokiko, a renowned ceramic artist, and her husband encounter Haruka, a teenage runaway, and take her into their home, where Tokiko teaches her about ceramics. When Tokiko's husband dies, Haruka promises to remain with her teacher and to do anything that she asks. They develop a lesbian relationship but Tokiko drowns her sorrows in alcohol and has a serious of meaningless sexual encounters with a variety of men while Haruka can hear them in another room.

Tokiko eventually invites Satoru, a promising young student, to be her apprentice and initiates a sexual relationship with him, even though he tells her that he has a girlfriend. Satoru becomes interested in Haruka, who is the same age as he is, and aggressively flirts with her. Tokiko catches them and angrily accuses Haruka of liking men, forcing them to have sex on the table in front of her. Satoru's girlfriend Akane discovers them and grabs a large kitchen knife, threatening to kill herself. Satoru jumps at her and she cuts him with the knife. She then charges at Tokiko with the knife but Haruka jumps in front of Tokiko and is stabbed in the stomach.

At a future date Haruka surprises Tokiko by returning to her atelier, where the two make love again.

Bahasa Indonesia:

Film ini disutradarai oleh Hideo Nakata. Ini dirilis oleh Nikkatsu sebagai film kelima dalam reboot serial Porno Romawi ("pornografi romantis"). Direksi lain yang terlibat dalam serial ini termasuk Sion Sono, Akihiko Shiota, Kazuya Shiraishi, dan Isao Yukisada.

Tokiko (Kaori Yamaguchi), seorang seniman keramik terkenal, dan suaminya bertemu Haruka (Rin Asuka), seorang remaja yang dalam pelarian, dan membawanya ke rumah mereka, di mana Tokiko mengajarinya tentang keramik. Ketika suami Tokiko meninggal, Haruka berjanji untuk tetap bersama gurunya dan melakukan apapun yang dia minta. Mereka mengembangkan hubungan lesbian tapi Tokiko menenggelamkan kesedihannya pada alkohol dan memiliki hubungan seksual yang tidak berarti dengan berbagai pria sementara Haruka bisa mendengarnya di ruangan lain.

Tokiko akhirnya mengundang Satoru (Shoma Machii), seorang siswa muda yang menjanjikan, untuk menjadi magang dan memulai hubungan seksual dengannya, meskipun dia mengatakan kepadanya bahwa dia mempunyai pacar. Satoru menjadi tertarik pada Haruka, yang seumuran dia, dan dengan agresif menggodanya. Tokiko menangkap mereka dan dengan marah menuduh Haruka menyukai pria, memaksa mereka untuk melakukan hubungan seks di atas meja di depannya. Pacar Satoru Akane menemukan mereka dan meraih pisau dapur yang besar, mengancam untuk bunuh diri. Satoru melompat ke arahnya dan dia memotongnya dengan pisau itu. Dia kemudian menuntut di Tokiko dengan pisau tapi Haruka melompat di depan Tokiko dan ditikam di perutnya.

Di masa depan Haruka mengejutkan Tokiko dengan kembali ke studio keramiknya, dimana keduanya bercinta lagi.


Rin Asuka - Haruka
Kaori Yamaguchi - Tokiko / Ceramist.

Additional Cast:
Shoma Machii - Satoru
Kanako Nishikawa - Akane (pacar Satoru)
Ichiro Mikami
Yuki Enomoto
Miki Hayashida
Kōko ItoTarō Kamakura
Hisako Matsuyama

Komentar