Advertisement

Sinopsis Pengabdi Setan (2017) - Film Indonesia


Imdb: 8.2/10
Pemeran: Tara Basro, Dimas Aditya,Bront Palarae, Endy Arfian, Ayu Laksmi, Elly D. Luthan, Nasar Annuz, Arswendi Nasution, Egi Fedly, Muhammad Adhiyat, Fachri Albar, Asmara Abigail
Genre: Drama, Hantu, Misteri
Negara: Indonesia
Rilis: 28 September 2017
Durasi Tayang: 107 menit
Bahasa: Indonesia
Sutradara: Joko Anwar
Penulis Skenario: Joko Anwar
Produser: Gope T. Samtani, Sunil Samtani, Priya N.K.
Musik: Bemby Gusti, Aghi Narotama, Tony Merle
Sinematografer: Ical Tanjung
Penyunting: Arifin Cu'unk
Perusahaan produksi: Rapi Films
Distributor: Rapi Films, CJ Entertainment, iFlix

Film ini merupakan daur ulang dari film lawas tahun '80-an yang berjudul sama Film ini disutradarai sekaligus sebagai penulis naskah cerita oleh Joko Anwar dan diproduseri oleh rumah produksi Rapi Films Sunil Samtani.

Sinopsis:

Film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang tinggal yang tinggal di pinggiran kota Jakarta di sebuah rumah usang milik neneknya Rini (Tara Basro), Rahma Saidah (Elly D. Luthan), bersama ibunya, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi), bapaknya (Bront Palarae), dan ketiga adik laki-lakinya, Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Annuz), dan Ian (Muhammad Adhiyat).


Keluarga terebut memiliki masalah keuangan karena biaya pengobatan sang ibu, Mawarni, yang sedang sakit parah dan tidak mampu lagi menggerakkan tubuhnya dan hanya berbaring di tempat tidur. Jika memerlukan sesuatu, Mawarni harus membunyikan lonceng.

Berbagai upaya dilakukan keluarga tersebut untuk mendapatkan uang tambahan. Bahkan Rini sampai berhenti kuliah dan meminta royalti milik Mawarni yang pernah berkarier di dunia tarik suara (terkenal karena lagunya, 'Kelam Malam'), sebelum akhirnya jatuh sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya. Namun, karirnya sudah lama redup sehingga Mawarni sudah tidak menghasilkan royalti lagi. Tony pun rela menjual sepeda motor dan barang pribadi lainnya demi menolong keluarganya. Upaya keluarga untuk membuat sang ibu sembuh dari penyakitnya gagal setelah Rini menemukan sang ibu terjatuh di lantai kamarnya dan meninggal.

Di pemakaman, keluarga Rini dikenalkan dengan seorang Ustad (Arswendi Nasution) dan putranya, Hendra (Dimas Aditya), yang mencoba menenangkan mereka yang diliputi kesedihan. Dengan kematian Mawarni, bapaknya pun pergi ke kota untuk menggadai rumah mereka. Kematian Mawarni ternyata menjadi awal dari teror di rumah keluarga tersebut. Mereka mulai didatangi oleh roh yang menyerupai almarhum sang ibu. Kemudian sang Nenek ditemukan meninggal dunia oleh Bondi dengan kondisi tenggelam di sumur. Di kamar nenek, Rini menemukan sepucuk surat yang ditujukan ke Budiman Syailendra (Egy Fedly). Rini akhirnya mencoba mengantarkan surat itu ke tempat tinggal Budiman bersama Hendra. Budiman memberi tahu Rini bahwa dia adalah kawan neneknya dulu dan dia menceritakan bahwa dulu neneknya tidak menyetujui pernikahan orangtua Rini karena Mawarni adalah seorang seniman dan mandul. Dia juga memberitahu bahwa Mawarni telah mengikuti sebuah sekte pemuja setan demi mendapatkan keturunan.

Sementara itu, Bondi, sehabis menemukan mayat neneknya, mulai kerasukan dan hendak menyakiti adiknya, Ian. Setelah Ian dihantui oleh arwah neneknya yang dia lihat menghampiri Bondi dan mencoba menangkapnya dengan berpura pura bermain petak umpet. Tony, yang membaca majalah Maya pemberian Budiman yang memiliki artikel mengenai pengabdi setan, membicarakan mengenai hubungan ibu mereka dengan sekte pengabdi setan dan kemungkinan adik mereka, Ian, akan diambil oleh sekte tersebut setelah berumur 7 tahun, namun Rini tidak menggubrisnya. Setelah mengalami beberapa kejadian menyeramkan, mereka pun memanggil sang Ustad untuk memeriksa rumah mereka, dan mereka pun dinasihati untuk lebih banyak beribadah. Malam itu, saat Rini shalat, dia diteror oleh hantu Mawarni, yang mengakibatkan Rini dan adik-adiknya berlari ke rumah sang Ustad, yang merencanakan sebuah pengajian di rumah mereka esok hari

Hendra pun pergi ke rusun Budiman setelah Budiman meneleponnya dan memberikannya artikel yang ia tulis sebagai koreksi artikel sebelumnya. Di perjalanan pulang, seseorang membuat Hendra oleng dari motornya hingga ia terlindas truk. Jenazah Hendra pun dibawa pulang oleh warga sekitar dan Rini pun menemukan artikel yang ia bawa. Malam itu, Rini melihat penampakan Hendra di luar rumah sang Ustad dan ia pun nyaris ditarik keluar selagi sang Ustad memperhatikan dengan rasa takut dan menyerah karena anaknya telah meninggal akibat ikut campur dengan urusan keluarga Rini. Bapak mereka pun datang dan membawa mereka pulang, dan kemudian menangis saat diberi tahu bahwa ibunya telah meninggal akibat tenggelam di sumur.

Saat Rini hendak mengkonfrontasi bapaknya mengenai pembicaraan orangtuanya di malam saat Mawarni meninggal, Ian, yang sedang buang air kecil dekat sumur, ditarik oleh arwah nenek ke dalam sumur. Bapaknya pun menyelamatkan Ian selagi rumah mengalami poltergeist yang diakibatkan neneknya dan rumah dikepung oleh para pengabdi setan yang menebar biji saga di pekarangan rumah. Rini, Tony, dan bapaknya pun terkunci di lorong tangga selagi sang bapak memohon ampun ke ibunya dan istrinya. Setelah Bondi menyelamatkan Ian dan menggagalkan usaha nenek (yang juga membuatnya tidak kerasukan lagi), para pengabdi setan pun pergi dan rumah pun tenang kembali.

Keesokan paginya, keluarga Rini sudah siap untuk pindah ke rusun dan menunggu mobil untuk menjemput mereka, namun tidak ada yang menjemput mereka sampai petang dan sang Ustad pun datang untuk meminta maaf bahwa ia tidak bisa membantu mereka dan menemani mereka untuk menunggu mobil, sekalian menunggu ulang tahun Ian yang ke-7 di tengah malam. Saat tengah malam sampai, Rini pun terbangun dan mengingat artikel Budiman yang dibawa Hendra dan menceritakannya ke Tony. Selagi mereka berbincang, Bapak digentayangi oleh Mawarni dan Bondi menemukan Ian berbicara bahasa asing sambil melihat ke jendela (padahal sebelumnya ia bisu). Rini, Tony, Bondi, dan bapak mereka pun bersembunyi di kamar nenek dan akhirnya mereka tahu bahwa mayat mayat hidup dari pemakaman telah bangkit, dan keluarga Rini pun menemukan sang Ustad sudah wafat telah ditusuk dan Ian berjalan ke kerumunan mayat hidup bersama Mawarni.

Para mayat hidup mengepung rumah dan masuk melalui pintu dapur, yang kemudian ditahan oleh arwah neneknya, yang ternyata selama ini telah mencoba untuk menjaga mereka dengan mencoba membunuh Ian. Budiman pun sampai dan membawa keluarga Rini pergi. Setahun kemudian, keluarga Rini telah menetap di rusun dan mereka dihampiri seorang ibu tetangga (Asmara Abigail) yang memberikan mereka rantang makanan. Sang tetangga pun kembali ke rumahnya dan berbincang ke Batara (Fachry Albar), dan terungkaplah bahwa ia adalah Darminah (antagonis utama di film orisinil)

Pemeran:

Tara Basro - Rini
Bront Palarae - Bapak
Endy Arfian - Tony
Ayu Laksmi - Ibu/Mawarni Suwono
Elly D. Luthan - Nenek/Rahma Saidah Nenek dari Rini,
Nasar Annuz - Bondi Anak ketiga dari Bapak dan Mawarni,
M. Adhiyat - Ian
Dimas Aditya - Hendra
Arswendi Nasution - Ustad Tetagga
Egy Fedly - Budiman
Fachry Albar - Batara
Asmara Abigail - Darminah