Advertisement

Sinopsis ReLIFE / リライフ (2017) - Film Jepang


Imdb: 7.1/10
Pemeran: Taishi Nakagawa
Genre: Komedi, Drama, Manga, Romansa, Amnesia 
Negara: Jepang
Rilis: 15 April 2017 (Jepang)
Durasi Tayang: -
Bahasa: Japanese
Sutradara: Takeshi Furusawa
Penulis Manga dan Skenario: So Yayoi (manga), Kumiko Aso
Produser: Kasumi Yao, Yuya Satoyoshi
Sinematografer: Yasushi Hanamura
Distributor: Shochiku

Film ini disutradarai oleh Takeshi Furusawa, dibintangi Taishi Nakagawa dan berdasarkan serial manga "ReLIFE" oleh So Yayoi (pertama kali diterbitkan dari 12 Oktober 2013 melalui comico comic comico gratisan). Pembuatan film dimulai November 2016 dan selesai pada Februari 2017. Kemudian dirilis di Jepang oleh Shochiku pada tanggal 15 April 2017.


Sinopsis:

Arata Kaizaki (Taishi Nakagawa) adalah seorang pria berusia 27 tahun yang masih jadi pengangguran. Sebelumnya Arata Kaizaki memiliki pekerjaan menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta, namun karena kondisi lingkungan yang negatif di tempat kerjanya, dia memutuskan untuk mengundurkan diri. Hingga kemudian Arata Kaizaki merasa frustasi karena dia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan lagi. Ditambah lagi dia harus berbohong kepada temannya tentang gajian dan promosi naik jabatan.

Suatu malam, setelah mentraktir teman-temannya minum Arata Kaizaki bertemu dengan seorang lelaki misterius bernama Ryō Yoake (Yudai Chiba). Ryō Yoake memperkenalkan diri sebagai orang yang bekerja di laboratorium reLIFE lalu dia menawarkan Arata Kaizaki untuk menjadi subjek penelitiannya di reLIFE. Ryo memberikan jaminan akan menanggung biaya hidupnya dan merekomendasikan pekerjaan yang bagus kepada Kaizaki jika dia lulus dalam percobaan reLIFE. Kaizaki ragu akan kebenaran tawaran Ryo, namun dia juga tertarik karena jika benar maka artinya dia tidak perlu hidup menderita sebagai seorang pengangguran.

Ketidak yakinannya semakin bertambah saat Ryo menunjukkan sebuah kapsul yang jika diminum akan membuat Kaizaki menjadi remaja berumur 17 tahun kembali. Kaizaki tidak yakin karena ini tidak masuk akal. Kaizaki menolak tawaran itu dan kembali ke apartemennya.

Keesokan harinya saat Kaizaki bangun dan melihat cermin, dia berteriak terkejut melihat wajahnya kembali muda seperti masih seusia anak SMA. Rupanya, Kaizaki tidak sengaja meminum kapsul yang diberikan oleh Ryo. Beberapa saat kemudian Ryo datang dengan senyuman manisnya menjelaskan apa yang terjadi kepada Kaizaki dan mengenai percobaan yang akan Kaizaki lalui bersama reLIFE. Kaizaki akan kembali menjalani masa SMAnya selama 1 tahun, dan tidak menceritakan apapun mengenai jati diri dia yang sebenarnya termasuk juga dengan reLIFE. Jika dia berhasil melalui percobaan ini maka dia bisa dinyatakan lulus dan mendapatkan rekomendasi pekerjaan di perusahaan yang Kaizaki inginkan.

Kaizaki tampak tidak begitu yakin saat memasuki ruang kelas. Dia sedikit gugup karena setelah sekian lama dia kembali menjadi  anak kelas 3 SMA. Dengan gugup, dia duduk di bangku kosong dan melihat beberapa siswa yang tengah asyik mengobrol.

Tiba-tiba seorang perempuan bernama Chizuru Hishiro (Yūna Taira) berdiri dihadapannya dan mengatakan kalau itu adalah tempat duduknya. Kaizaki langsung berdiri dan meminta maaf.
Saat melihat posisi tempat duduknya, Kaizaki kaget begitu melihat Ryo yang ternyata juga berada di kelas yang sama dengannya. Ryo mengatakan kalau dia bertugas menjadi pengawas subjek karena itu dia harus berada dekat dengan Kaizaki. Kaizaki pun yakin akan sukses menjadi subjek percobaan reLIFE. Ryo juga mengatakan kalau ini hanya butuh satu tahun dan begitu Kaizaki lulus maka semua orang yang mengenalnya saat ini akan kehilangan ingatan tentang Kaizaki. Kaizaki berpikir, dia hanya perlu menjadi bayangan selama setahun ini dan setelah itu dia bisa hidup dengan nyaman.
Hari pertamanya dikelas, Kaizaki dihadapkan dengan ujian. Padahal saat itu, di dalam tasnya hanya ada rokok. Tidak ada kotak pensil ataupun peralatan tulis. Maklum, dia masih belum terbiasa menjadi anak sekolahan. Kariu yang duduk disamping Kaizaki meminjamkan peralatan tulisnya sehingga Kaizaki bisa mengerjakan soal pertamanya itu.

Saat jam istirahat, Kaizaki melihat Hishiro tampak diam di depan kasir kantin. Kaizaki bertanya apakah terjadi sesuatu dengan Hishiro. Hishiro dengan tenang mengatakan kalau dia tidak bawa uang dan dia berharap bisa mendapat makanan gratis. Kaizakipun meminjamkan uangnya pada Hishiro. Hishiro membungkuk, mengucapkan terimakasih dan pergi dari hadapan Kaizaki. Kaizaki melihat Hishiro hingga dia menghilang. Ryo tiba-tiba datang dan menggodanya, “Tipemu yang seperti itu, ya?”. Godaan Ryo membuat Kaizaki sedikit malu.

Kaizaki kemudian baru tau dari Kazuomi Oga (Mahiro Takasugi) dan Rena Kariu (Elaiza Ikeda) kalau Hishiro sempat menjadi perwakilan kelas dimana dua orang perwakilan kelas bisa mendapatkan makanan gratis dari sekolah. Kaizaki juga baru tau kalau Hishiro, Kariu, dan juga Kazuomi adalah orang terpintar dikelas dan sering mendapatkan hadiah itu.

Pulang sekolah Kaizaki di ceramahi ibu guru karena dia ketahuan bawa rokok ke sekolah. Saat pulang dia bertemu Hishiro. Kaizaki bertanya kenapa Hishiro belum pulang. Hishiro mengatakan kalau dia habis bertemu dengan guru karena ada pertanyaan yang tidak dia mengerti. Kaizaki memuji betapa rajinnya Hishiro. Saat itu Hishiro menceritakan kalau dia selalu dijuluki gadis yang membosankan di kelas. Dan karena itu, dia tidak memiliki teman di kelas. Karena itulah, Hishiro ingin berubah. Kaizaki memberikan saran agar sebaiknya Hishiro lebih banyak tersenyum karena selama ini dia perhatikan Hishiro jarang sekali tersenyum. Kaizaki tampak sedikit kaget dengan senyuman Hishiro yang lebih mirip senyuman ejekan. Mungkinkah orang-orang tidak akan salah paham dengan senyuman yang seperti itu?

Di kelas, Kaizaki melihat Kariu yang tampak kesal melihat Kazuomi tengah berjalan berdua dengan Hishiro. Mungkin ini karena pengumuman di kelas yang mengatakan kalau Kazuomi dan Hishirolah yang berhasil menjadi perwakilan kelas kali ini. Ditambah lagi, Kariu melihat senyuman ejekan dari bibir Hishiro. Untuk menumpahkan kekesalannya, sepulang sekolah Kariu mengambil tas Hishiro tapi sayangnya Kaizaki melihatnya.

Kaizaki bertanya apa yang akan Kariu lakukan dengan tas itu. Kariu hanya diam dan lari. Kaizaki mengejarnya dan tidak sengaja mereka jatuh dari tangga. Merekapun di bawa ke UKS. Disana, Kaizaki sekali lagi bertanya apa yang akan Kariu lakukan dengan tas Hishiro. Kariu mengatakan kalau dia melakukan itu hanya agar Hishiro merasa kesulitan. Air mata Kariu mulai berjatuhan. Kariu bercerita bahwa dia sudah belajar dengan keras selama ini tetapi kenapa Hishiro yang mendapatkannya. Dia sudah berjuang mati-matian tapi tidak mendapatkan hasilnya.

Kaizaki tersenyum. Kaizaki mengatakan, Kariu tidak boleh membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain dan Kariu tidak boleh putus asa karena dengan perjuangannya dia akan terus berkembang. Berusaha menjatuhkan orang lain justru akhirnya hanya akan menjatuhkan dirinya sendiri. Kariu mencoba untuk memahaminya.

Hishiro tampak menunggu Kariu didepan sekolah karena Kaizaki menyarankan agar Hishiro menanyakan langsung apa alasan Kariu mengambil tasnya. Hishiropun melihat Kariu lewat disampingnya dan memanggilnya. Hishiro bertanya apa alasan Kariu mengambil tasnya. Kariu menjawab, itu karena dia membenci Hishiro yang selalu lebih menang darinya. Dan, senyuman ejekannya itu sangat menyakitkan untuknya.

Dengan tenang Hishiro mengatakan kalau dia tidak pernah mencoba mengejek Kariu. Itu adalah senyuman yang dia berikan kepada Kariu agar Kariu mau berteman dengannya. Dan dia juga disarankan Kaizaki untuk lebih sering tersenyum. Kariu meminta Hishiro untuk tersenyum lagi. Hishiropun memperlihatkan senyum nya.

“Heh, dilihat bagaimanapun juga itu terlihat seperti mengejekku” ucap Kariu begitu melihat senyuman Hishiro. Kemudian Kariu tersenyum dan merekapun akhirnya mau menjadi sahabat. Kaizaki dan Ryo yang ternyata mengintip juga tampak senang begitu melihat pemandangan yang indah itu.

Keesokan harinya, Kazuomi, Kariu dan Onoya mengajak Hishiro untuk ikut ke festival kembang api. Sepulang sekolah, Kazuomi dan Kaizaki ke perpustakaan untuk belajar tambahan. Saat itu Kaizaki menyarankan kepada Kazuomi memikirkan juga cintanya karena jika tidak mungkin gadis itu akan pergi. Kaizaki menyarankan agar Kazuomi segera menyatakan perasaannya pada Kariu karena dia tau kalau Kazuomi dan Kariu menyimpan perasaan yang sama. Kazuomi hanya tersenyum malu mendengar nasehat dari Kaizaki.

Festival kembang api pun tiba. Hishiro, Kariu dan Onoya menggunakan Yukata yang begitu cantik. Kaizaki yang awalnya tidak ingin berangkat akhirnya menyusul mereka ke festival. Sayangnya, hujan tiba-tiba datang saat festival berlangsung yang membuat mereka kecewa. Kazuomi mengatakan kalau mereka masih bisa melihat festival kembang api bersama tahun depan. Kaizaki terdiam mengingat bahwa dia mungkin tidak akan memiliki kesempatan itu lagi.

Kazuomi tiba-tiba keluar dari tempat teduhnya dan berteriak kalau selama ini dia menyukai Kariu dan meminta Kariu menjadi pacarnya. Kariu tampak tersenyum malu dan mengatakan kalau dia sebenarnya sudah lama menunggunya. Kaizaki tersenyum, ternyata Kazuomi mendengarkan sarannya. Merekapun berlari di bawah hujan dengan bahagia. Pemandangan yang begitu indah dan persahabatan yang tidak akan pernah bisa dilupakan.

Keesokan harinya, mereka mulai sibuk dengan persiapan konser band sekolah. Kariu akan bernyanyi dengan bandnya sementara Kaizaki, Hishiro, Kazuomi, dan Onoya akan menari dalam acara itu. Hishiro dan Kaizaki tampak berlatih berdua untuk persiapan itu. Lucu sekali melihat Hishiro latihan menari karena dia terlihat kaku dan juga polos.

Malamnya, Hishiro mengirim video kepada Kaizaki dan mengatakan kalau dia telah berlatih sendiri dirumah. Kaizaki tidak bisa menahan senyumnya begitu melihat Hishiro yang tengah menari di dalam video itu. Gadis itu polos dan sangat lucu.

Saat istirahat di sekolah, Kaizaki kembali memutar video latihan Hishiro dan kembali tersenyum. Kazuomi yang tiba-tiba datang langsung menggoda Kaizaki. Kali ini, giliran Kazuomi yang memberi saran kepada Kaizaki untuk segera menembak Hishiro.

Acara konser band pun dimulai. Kaizaki dan teman-temannya mulai tampil. Kariu tampak menyanyi di atas panggung sementara Kaizaki, Hishiro, Kazuomi tampak menari di bawah. Saat mereka tampil ada dua siswa yang menganggu dan menggoda Hishiro yang tengah menari. Kaizaki yang melihatnya tidak terima dan langsung memukul mereka. Keributanpun tidak bisa dihindari.

Setelah acara selesai, Hishiro mengatakan kalau dia tidak menyukai kekerasan. Kaizaki kecoplosan menjawab kalau dia melakukannya karena dia mencintai Hishiro. Hishiro kaget mendengarnya. “Apakah kau ingin aku menjadi pacarmu?” tanya Hishiro. Hishiro melihat Kaizaki yang terdiam. “Maaf, tapi aku tidak bisa.” Sambung Hishiro yang membuat Kaizaki mematung sedih di tempat berdirinya.

Sejak saat itu, hubungan Kaizaki dan Hishiro tampak tidak begitu baik. Mereka bahkan canggung dan tidak saling menyapa satu sama lain. Kaizaki bahkan berniat untuk berhenti menjadi subjek reLIFE. Namun, dia teringat dengan nasehat seniornya kalau dia harus semangat dan berjuang dalam hidupnya dan tidak pernah menyerah. Akhirnya Kaizaki memutuskan untuk tetap melanjutkan tugasnya sebagai subjek penelitian reLIFE.

Besoknya, dengan penuh semangat Kaizaki mengajak Kariu, Kazuomi, Onoya, dan juga Hishiro untuk membuat liburan yang menyenangkan setelah ujian. Sebuah liburan menyenangkan yang tidak akan bisa mereka lupakan seumur hidup dan saat mereka tidak lagi saling bertemu.

Sepulang sekolah, Hishiro bertemu dengan Ryo. Hishiro bercerita kalau ini pertama kalinya dia menyukai orang lain begitu besarnya. Ryo tersenyum dan mengatakan kalau Hishiro telah mengalami banyak perubahan di percobaan reLIFE keduanya.

Flashback. Hishiro meminta Ryo untuk memperpanjang percobaan reLIFE nya karena dia tidak puas dengan kesempatan pertamanya. Dia berjanji jika Ryo memberinya kesempatan sekali lagi, maka dia akan berjanji untuk berubah. Ryo pun menyetujui dan memberikan Hishiro masa percobaan setahun lagi. Hishiropun kembali masuk SMA dan mencoba berubah dengan cara membuka dirinya untuk berteman dengan orang lain. Karena itulah dia meminta bantuan Kaizaki tentang bagaimana caranya mendapatkan teman.

Kembali lagi ke masa sekarang. Hishiro kembali bercerita bahwa dia sangat bersyukur dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta itu (yang dimaksud Hishiro adalah Kaizaki). Hishiro tidak bisa menahan air matanya. Bukankah begitu misi ini selesai dia akan sirna dari ingatannya? Inilah alasan kenapa Hishiro tidak menerima cinta Kaizaki saat itu.
Ryo hanya diam mendengar ucapan Hishiro yang ternyata juga menjadi subjek reLIFE yang dia awasi disamping Kaizaki.

Hari demi hari berlalu dengan cepat. Ujianpun selesai dan ini saatnya mereka membuat kenangan yang tak terlupakan untuk terakhir kalinya. Kaizaki ternyata telah membuat agenda yang detail mengenai tempat mana saja yang akan mereka kunjungi hari itu. Mengunjungi museum, makan digunung, hingga melihat sunset. Mereka mengunjungi tempat-tempat indah dan tertawa bersawa.

Jelas, ini akan menjadi kenangan membahagiakan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Dan bagi Kaizaki, ini adalah hari yang lebih membahagiakan lagi karena dia mendengar dari Hishiro kalau ternyata Hishiro juga menyimpan perasaan padanya. Namun, entah apakah ini akan masih bisa menjadi kenangan ketika masing-masing mereka telah selesai sebagai subjek reLIFE.

Saat pertemuan mereka yang terakhir, Kaizaki mengucapkan terimakasih kepada teman-temannya atas setahun yang membahagiakan ini. Kaizaki menangis dan dia sangat berharap semua temannya baik-baik saja di hidupnya. Hishiro dan yang lainnyapun menangis haru dengan perpisahan yang menyakitkan ini.

Saat pulang ke rumahnya, Ryo mengatakan kalau Kaizaki telah berhasil menjadi subjek penelitian reLIFE jadi sesuai janji mereka akan mencarikan pekerjaan yang terbaik untuk Kaizaki agar hidupnya terjamin.

Kaizaki tersenyum dan mengatakan kalau dia ingin melakukannya sendiri. Awalnya mungkin itu adalah tujuannya, tapi sekarang dia berpikir kalau dia harus berjuang sendiri untuk mendapatkan hidup yang dia inginkan.

Kaizaki terbangun di pagi hari dan melihat kembali janggut di wajahnya. Sekarang dia sudah berumur 28 tahun. Dia kembali berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan akhirnya dia mendapatkan sebuah pekerjaan yang dia idamkan yaitu menjadi seorang guru di sebuah SMA.
Suatu hari, dia kaget melihat seseorang perempuan duduk di kursinya. Dengan tenang Kaizaki mengatakan kalau itu adalah tempat duduknya. Perempuan itu dengan cepat berdiri dan meminta maaf.

“Perkenalkan, aku adalah guru sementara di sekolah ini. Nama saya Hishiro.” Ucap perempuan itu sambil tersenyum.
“Salam kenal juga. Namaku Kaizaki.” Balas Kaizaki.
Kaizaki pun kemudian mengantar Hishiro ke ruang kelas tempat Hishiro akan mengajar. Belum sampai di ruangan kelas, mereka sama-sama berhenti dan serentak berkata, “ano..,”

Sepertinya ada banyak hal yang ingin mereka katakan.

Pemeran:

Taishi Nakagawa - Arata Kaizaki
Yūna Taira - Chizuru Hishiro
Mahiro Takasugi - Kazuomi Ōga
Elaiza Ikeda - Rena Kariu
Sae Okazaki - An Onoya
Yudai Chiba - Ryo Yoake
Kenshō Ono